Sentuhan Zakat di Nasi Goreng Sahabat
Malam belum larut, suara laju kendaraan yang berlalu-lalang di sekitar jalan Juanda masih terdengar ramai. Azan Isya belum berkumandang, namun Sukardi, pemilik warung Nasi Goreng Sahabat, sudah bersiap. Setelah menata dagangan, bapak dua anak itu mengambil wudhu dan melangkah menuju masjid di belakang warungnya, menunaikan kewajiban sebelum kembali berjuang mencari nafkah.
Belum genap tiga bulan Sukardi memulai usahanya. Sebelumnya, ia bekerja sebagai marbot masjid, namun penghasilan itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Anak pertamanya sedang menempuh semester akhir di salah satu kampus di Balikpapan, dan biaya pendidikan tentu tak sedikit. Sukardi sadar, ia harus berikhtiar lebih demi masa depan keluarganya.
Usaha nasi goreng ini awalnya hanyalah sebuah rencana. Ia sempat ragu dan bingung harus mulai dari mana. Namun, dorongan untuk terus mencoba membuatnya melangkah. “Kata orang, niatkan saja. Selebihnya, Allah yang akan membuka jalan,” ungkapnya.
Berkat bantuan zakat dari para dermawan, Sukardi akhirnya bisa membeli peralatan dan bahan baku untuk membuka warung kecilnya. Setiap malam, ia berharap dari setiap piring nasi goreng yang terjual, Allah SWT melimpahkan keberkahan dan kemudahan dalam menghadapi beban hidup. Sentuhan zakat bukan hanya meringankan beban ekonomi, tapi juga menjadi penyemangat untuk terus berusaha dan berbagi kebaikan.
Kini, warung Nasi Goreng Sahabat milik Sukardi mulai dikenal warga sekitar. Banyak pelanggan yang datang, tak hanya karena rasa masakannya yang lezat, tapi juga karena keramahan dan ketulusan pelayanannya. Kisah Sukardi adalah bukti nyata bahwa sentuhan zakat dapat mengubah harapan menjadi kenyataan, dan membantu mereka yang berjuang untuk keluarga dan masa depan.

Leave a Reply